Bunga Rampai Sastra 2017

Bunga Rampai Sastra 2017

Bunga Rampai Sastra 2017

Bahasa dan sastra adalah ciri identitas suatu bangsa. Melalui bahasa dan sastra, orang dapat mengidentifikasi kelompok, bahkan dapat mengenali perilaku dan kepribadian masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, masalah kebahasaan dan kesastraan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya. Dalam perkembangan kehidupan masyarakat lndonesia, telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tatanan baru kehidupan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin sarat dengan tuntutan dan tantangan globalisasi. Kondisi ini telah menempatkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. Kondisi itu telah membawa perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam bertindak dan bertutur. Gejala munculnya penggunaan bahasa asing di pertemuan-pertemuan resmi, di media elektronik, dan di tempat-tempat umum menunjukkan perubahan perilaku masyarakat. Sehubungan dengan itu, Balai Bahasa Kalimantan Selatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, memandang perlu adanya sejumlah penelitian untuk menggambarkan dan mencari solusi atas perubahan-perubahan tersebut.

Bunga Rampai Hasil Penelitian Sastra ini merupakan himpunan hasil penelitian kesastraan yang dilakukan oleh tenaga teknis Balai Bahasa Kalimantan Selatan. Hasil penelitian itu, kami terbitkan dalam bentuk antologi (bunga rampai) dalam buku ini. Penerbitan buku ini diharapkan memiliki manfaat besar bagi upaya pengayaan sumber informasi tentang bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Karya penelitian ini diharapkan dapat dibaca oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia. Sembilan tulisan yang ditampilkan berikut ini, semuanya membahas masalah sastra. Sembilan tulisan tersebut, yaitu:

  1. Unsur Mistik dalam Cerita Rakyat di Kalimantan Selatan (Agus Yulianto, S.S., M.Pd.),
  2. Citra Manusia dalam Penokohan Cerita Si Bungul Karya Samsiar Seman (Rissari Yayuk, M.Pd.),
  3. Struktur, Simbol dan Makna Legenda Pangeran Suriansyah Membangun Masjid: Analisis Strukturalisme Levi Strauss (H. Dede Hidayatullah, S.Ag., M.Pd.),
  4. Nilai Moral dalam Fabel Banjar Pipit Dandung Lawan Si Warik (Nidya T. Patricia S.S.),
  5. Figur Perempuan dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan (Sri Wahyu Nengsih, S.Pd.),
  6. Jenis dan Fungsi Bahasa Kiasan dalam Novel “Cinta dalam Satu Bingkai”: Kajian Stilistika (Eka Suryatin, S.Pd.),
  7. Pantun Banjar dan Aneka Flora Khas Indonesia (Siti Akbari, S.S.),
  8. Pesan Budaya dalam Ungkapan Petuah Bahasa Jawa (Indrawati, S.S.),
  9. Makna Idiomatik Peribahasa Indonesia dengan Peribahasa Inggris (Siti Alfa Ariestya, S.S.).

Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan bunga rampai ini. Semoga bunga rampai hasil penelitian sastra ini dapat bermanfaat dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di Kalimantan Selatan.

Untuk mendapatkan buku-buku cetak atau digital kami, silakan hubungi atau kunjungi Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

 

(edwin)