Pembinaan Komunitas Literasi di Kabupaten Banjar

literasiMARTAPURA — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United Nasions Depelopment Programme (UNDP) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 14,6%. Namun, walaupun peringkat indek literasinya rendah, tidak menutup kemungkinan Indonesia untuk meningkatkan literasi sehingga mampu membekalkan literasi secara luas. Kesadaran dan pembekalan literasi ini dapat diberikan melalui jenjang pendidikan atau sekolah. Peran guru menjadi pegiat literasi siswa tidak bisa dikesampingkan dalam hal ini sebagai pendorong minat baca siswa. Ini berarti guru menjadi figur teladan dalam lingkup pendidikan. Tidak dapat diragukan lagi pengaruh besar dapat dibawa guru dalam meningkatkan keberadaan literasi ini.

Pembinaan Komunitas Literasi merupakan rangkaian kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Selatan sebagai wahana menambah wawasan tentang literasi dan penulisan, serta menggelorakan kembali semangat literasi pada tingkat sekolah. Sebanyak 40 orang peserta diundang untuk mengikuti kegiatan itu. Peserta sebagian besar adalah guru bahasa Indonesia dari enam Madrasah Tsanawiah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta dari Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

            Selama tiga hari, yaitu 1—3 Oktober 2018, di Wisma Sultan Sulaiman Martapura kegiatan ini berlangsung. Peserta mendapat berbagai materi mengenai kebijakan bahasa dan literasi serta hasil penelitiannya, pemahaman teks dalam pembelajaran literasi, Sastra lisan sampai konversi teks dapat diikuti oleh para peserta dengan penuh semangat dan perhatian. Peserta mengikuti arahan, praktik, diskusi kelompok, pemaparan hasil yang dipandu oleh Bapak Imam Budi utomo, M. Hum., Ibu Dr. Tengku Syarfina M.Hum, serta Bapak Dede Hidayatullah S.Ag, M.Pd sebagai narasumber.

Peserta memberi tanggapan positif dan berpendapat bahwa kegiatan ini menambah wawasan, dan pengalaman. Kegiatan ini dapat dikatakan sukses. Di ujung acara, para peserta banyak yang berharap untuk diundang kembali dalam kegiatan mendatang yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Selatan. Akhir kegiatan, panitia bersama narasumber memilih tiga peserta terbaik dan mendapat kenang-kenangan buku dari Balai Bahasa Kalimantan Selatan

(nengsih)