Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Dialog Literasi

dialog literasiBANJARBARU — Balai Bahasa Kalimantan Selatan menyelenggarakan Dialog Literasi dengan tema “Melalui Dialog Literasi Kita Tingkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad Ke-21” pada Senin, 3 Desember 2018. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 09.00—12.00 di Aula Tuntung Pandang Balai Bahasa Kalimantan Selatan ini diikuti 200 orang peserta yang terdiri atas guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dosen, komunitas sastra, duta bahasa, pegiat literasi, dan UPT Kemendikbud di Kalimantan Selatan.

Narasumber kegiatan adalah Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., dengan topik “Arah dan Kebijakan Gerakan Literasi Nasional” dan Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, dengan topik “Budaya Literasi dan Kita”.

Dalam laporannya, Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum. mengatakan bahwa kegiatan Dialog Literasi ini merupakan salah satu ikhtiar untuk menyukseskan program prioritas Gerakan Literasi Nasional sekaligus untuk menyemarakkan Hari Guru Nasional Tahun 2018. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad ke-21 melalui penguatan literasi.

Dalam paparannya tentang Arah dan Kebijakan Gerakan Literasi Nasional, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. mengatakan bahwa Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang digaungkan Kemendikbud lahir karena tuntutan yang sangat mendesak. GLN mungkin tidak akan ada jika fondasi budaya literasi kita sudah kuat. GLN adalah gerakan yang ingin mendongkrak dan mempercepat kegiatan membaca masyarakat Indonesia. Prof. Dadang merasa optimistis bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya adalah masyarakat yang memiliki minat membaca. Kepala Badan juga menekankan pentingnya literasi di dalam keluarga dan mengajak para peserta dialog untuk membudayakan dan menekankan budaya membaca di rumah masing-masing.

Sementara itu, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti dalam paparannya mengatakan bahwa prinsip literasi adalah membangun kesadaran kritis terhadap berbagai informasi yang masuk dan dicerna sehingga menjadi pribadi yang cerdas. Senada dengan Prof. Dadang, Prof. Suminto menyatakan bahwa minat membaca masyarakat Indonesia memang sudah hebat, tetapi daya baca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia dirasa masih jauh dari cukup. Karena itu, GLN ini adalah gerakan yang sangat penting dan menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa. Ia mengatakan, penting untuk memulai dari diri sendiri. Tidak perlu menyuruh atau mengajarkan anak-anak di rumah untuk membaca, tetapi berikan mereka contoh dengan menjadi pembaca ulung di rumah.

(edwin)