Bunga Rampai Bahasa 2016

bunga rampai bahasa 2016Tiap sisi kehidupan manusia tidak biasa lepas dari bahasa. Sejak lama manusia telah menyadari akan pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia.

Melalui bahasa, sastra, dan budaya, orang dapat mengidentifikasi kelompok, bahkan dapat mengenali perilaku dan kepribadian masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, masalah kebahasaan dan kesastraan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya.

Bahasa menunjukkan bangsa merupakan pepatah yang mengambarkan sikap, pola pikir, dan ciri identitas suatu bangsa yang dapat diindentifikasi melalui pemakaian bahasanya.

Sejumlah peneliti Balai Bahasa Kalimantan Selatan, telah melakukan penelitian kebahasaan dan kesastraan di wilayah Kalimantan Selatan.  Hasil penelitian itu diterbitkan dalam bentuk antologi (bunga rampai) dalam buku ini.

Sebagai bahan informasi tentang bahasa dan sastra di wilayah ini, penerbitan buku ini diharapkan memiliki manfaat besar bagi upaya pengayaan sumber informasi tentang bahasa dan sastra Indonesia. Buku ini memuat tentang hasil-hasil penelitian bahasa. Karya penelitian ini diharapkan dapat dibaca oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia.

Bunga Rampai Hasil Penelitian Kebahasaan Tahun 2016 ini memuat 10 hasil penelitian kebahasaan, yaitu:

1) Makna Ungkapan Ideomatik dalam Kisdap Julak Ahim Karya Jamal T. Suryanata (Sri Wahyu Nengsih),
2) Metafora Citra Antromorfonik dan Citra Hewan dalam Papadah Bahasa Banjar (Rissari Yayuk),
3) Analisis Wacana Lirik Lagu Pupuler Jadi Diri Sendiri: Tinjauan Aspek Gramatikal dan Leksikal (Hestiyana),
4) Referensi dalam Wacana Tulis Cerpen Galuh: Sakindit Kisdap Banjar (Eka Suryatin),
5) Ekspresi Figuratif Lirik Lagu Muhasabah Cinta Karya Edcoustik (Siti Jamzaroh),
6) Analisis Lirik Lagu Ayah Aku Mohon Maaf dalam Kajian Semantik (Jahdiah),
7) Metafora dalam Berita Olah Raga pada Harian Banjarmasin Post (Siti Akbari),
8) Deskripsi Semantik Onomatope dalam Lirik Lagu Anak-anak (Isna Bening Mukrini),
9) Fenomena Singkatan dan Akronimisasi Plesetan dalam Bahasa Indonesia (Indrawati), dan
10)Wujud Emosi dalam Makna Peribahasa Banjar (Wahdanie Rahman).

Kritik dan saran selalu kami nantikan demi perbaikan edisi-edisi bunga rampai kebahasaan selanjutnya.

Semoga Bunga Rampai Kebahasaan ini bermanfaat bagi pengembangan linguistik terutama perkembangan ilmu semantik dan wacana.

Untuk mendapatkan buku-buku cetak atau digital kami, silakan kunjungi atau hubungi Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

 

~@win~