Pembinaan Literasi bagi Generasi Muda di Daerah 3T Kabupaten Tabalong

TANJUNG — Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Pembinaan Literasi bagi Generasi Muda di Daerah 3T di Kabupaten Tabalong pada 22 dan 23 Juni 2022.

Acara yang secara resmi dibuka oleh Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, ini bertempat di Balai Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong.

Dalam sambutannya, Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Mangara Siagian, menyampaikan akan pentingnya pengenalan budaya literasi kepada generasi muda, tidak terkecuali anak-anak di daerah pedalaman seperti di Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong ini.

Menurutnya, di antara materi yang disampaikan adalah pengenalan literasi digital yang bertujuan mengenalkan manfaat perangkat teknologi untuk hal positif dan mencegah hal negatif.

“Generasi muda saat ini adalah generasi emas calon pemimpin di tahun 2045 mendatang, untuk itulah perlu diberikan pendidikan yang bagus, terutama dalam hal pendidikan karakter,” papar Mangara.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Desa Bintang Ara, Kastalani, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan sejenis baru pertama kali diadakan di desa ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada #balaibahasakalsel yang telah memilih desa kami sebagai lokasi kegiatan literasi bagi anak-anak di sini. Semoga kegiatan ini masih terus berlanjut karena anak-anak sangat senang diajak bermain sambil mendapat pengetahuan literasi,” tutur Kastalani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKLP Literasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kali ini merupakan kegiatan ketiga belas di antara lima belas kegiatan sejenis yang diadakan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Sebagaimana di kabupaten lain, kegiatan ini pun dipandu oleh dua orang narasumber dari Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Saidah Ulfah dan Panji Ansari. Kegiatan ini diikuti oleh empat puluh orang anak usia PAUD di hari pertama dan empat puluh orang anak usia SD di hari kedua sebagai peserta.

Para peserta mendapat materi pengenalan enam literasi dasar. Yaitu (1) literasi dasar baca-tulis, (2) literasi dasar numerasi, (3) literasi dasar sains, (4) literasi dasar finansial, (5) literasi dasar digital, serta (6) literasi dasar budaya dan kewargaan. Penyampaian materi dilakukan dengan cara yang menyenangkan, yakni bermain sambil belajar.

Para peserta mendapat bingkisan berupa buku cerita, buku mewarna, buku, gambar, dan krayon sebagai pemantik agar giat berliterasi.

Selama berkegiatan, para peserta tampak semangat dan ceria mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

(mus)